Rabu, 14 Agustus 2019

BERBAGI PENGALAMAN

Ada beberapa teman bertanya bahkan ada yang membuly kenapasih suka bgt naik gunung, apasih faedahnya? Bikin capek aja. Hanya pengangguran aja yang suka naik gunung (karena banyak waktu) ups! salah besar.
Mendaki gunung adalah proses mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara Mengagumi dan menikmati ciptaan Tuhan dengan cara yang luar biasa.
Disetiap perjalanan pasti ada cerita, setiap proses kita berjalan menyusuri lebatnya hutan dan gelap (jika malam hari) kita jadi tau bagaimana caranya bersyukur dengan hidup kita sekarang yang sudah diberikan berbagai macam fasilitas, contohnya listrik, di gunung kita gk akan bisa pilih pilih makanan, apa yang kita bawa ya itulah yang akan kita makan, tidak akan sibuk main gadget sendiri karena susah sinyal, dan akan saling sapa dengan pendaki lain.
Selain bisa dapat teman baru, kita juga akan tau karakter teman seperti apa.
Gw : Bro, minta airnya dong
Teman : Wah air gw habis nih.
Nah itu dapat dibuktikan ketika nanti di puncak ketika seisi tas dia masih banyak bgt air dan makanan, dia berbohong sama teman - teman yang lain karena takut airnya habis.
Kadang kala, sifat asli sesorang akan keluar dalam kondisi dan situasi, yang serba kekurangan. Iyaa, kekurangan, kurang air, kurang makanan, kurang selimut, kurang istirahat, kurang kehangatan, kurang perhatian, kurang kasih sayang *Ups
maka itu kita akan tau sifat dia apakah dia pelit atau gk, dan masih banyak sifat2 teman kita yang akan kita ketahui ketika kita naik gunung.
nah itu cerita dari gw buat temen2 yang tanya kenapa gw suka naik gunung. yang pasti alasan utamanya adalah supaya menjauh dari kebisingan kota hehe bukan bukan. buat cari jodoh... em.. bisa jadi tapi bukan itu juga. supaya kita tau Alam semesta ini gk cuman sebatas Rumah & Kantor. Masih ada banyak ciptaan Tuhan yang patut kita syukuri dan kita rawat 👍
*Tetap jaga alam dan makhluk hidup lainya

Yang katanya EKSPLOITASI

Beberapa waktu ini rame dibicarakan tentang DJARUM FONDATION yang di sebut sebut melakukan kegiatan EKSPLOITASI ANAK TERSELUBUNG. Sebelum membahasnya coba kita lihat beberapa atlet berprestasi jebolan PB DJARUM yang mengharumkan nama Indonesia.
1. Kevin Sanjaya Sukamuljo
2. Tantowi Ahmad
3. Mohammad Hasan
4. Hariyanto Arbi
5. Liliana Natsir
dsb.
Nah dari beberapa contoh diatas perlu kita akui penyumbang beasiswa terbanyak dan pencetak atlet terbanyak sekarang adalah PB DJARUM, tapi kenapa KPAI menganggap kegiatan itu sebagai eksploitasi anak? apa tidak salah?
Kenapa saat ada anak kecil bahkan masih TK pawai mengenakan kostum bercadar dan seperti memegang senjata tidak di anggap eksploitasi anak? Anak kecil ikut demo di monas cuma dapat nasi bungkus itu juga tidak di anggap eksploitasi anak?
MIKIR!!!!
Apa karena gabut, sampai mencari cari kesalahan orang lain, atau sepi gk ada pemasukan sehingga mulai lapar dan mencari keributan???
Atau...
Ada pihak yang merasa kalah dengan PB DJARUM?
Alangkah lebih baiknya sportif sama sama mencetak atlet profesional dan menyumbangkan beasiswa untuk anak anak penerus bangsa Indonesia ini.
Emangnya hal apa yang dilakukan PB DJARUM sehingga bisa dikatakan mengeksploitasi anak? apa karena perusaan rokok? emang atlit didikan PB DJARUM apabila menang diberi hadiah rokok? jelas jelas atlet yang ketahuan merokok akan di cabut dari PB DJARUM.
Apa juga karena kaos yang digunakan ada tulisan DJARUM sehingga dikatakan promosi rokok? jelas jelas disitu bertuliskan DJARUM Badminton Club, dimana promosi rokoknya?
Atau soal umur penerima beasiswa PB DJARUM yang sekarang terlalu kecil mulai dibawah 5 tahun? Coba tengok negara2 maju diluaran sana, banyak yang mulai pembibitan atlet dari usia anak anak kecil. apakah malah lebih baik daripada anak anak kecanduan sinetron yang berjilid jilid dan seharian mainan pubg.
Sekian.