Mendaki gunung adalah proses mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara Mengagumi dan menikmati ciptaan Tuhan dengan cara yang luar biasa.
Disetiap perjalanan pasti ada cerita, setiap proses kita berjalan menyusuri lebatnya hutan dan gelap (jika malam hari) kita jadi tau bagaimana caranya bersyukur dengan hidup kita sekarang yang sudah diberikan berbagai macam fasilitas, contohnya listrik, di gunung kita gk akan bisa pilih pilih makanan, apa yang kita bawa ya itulah yang akan kita makan, tidak akan sibuk main gadget sendiri karena susah sinyal, dan akan saling sapa dengan pendaki lain.
Selain bisa dapat teman baru, kita juga akan tau karakter teman seperti apa.
Gw : Bro, minta airnya dong
Teman : Wah air gw habis nih.
Teman : Wah air gw habis nih.
Nah itu dapat dibuktikan ketika nanti di puncak ketika seisi tas dia masih banyak bgt air dan makanan, dia berbohong sama teman - teman yang lain karena takut airnya habis.
Kadang kala, sifat asli sesorang akan keluar dalam kondisi dan situasi, yang serba kekurangan. Iyaa, kekurangan, kurang air, kurang makanan, kurang selimut, kurang istirahat, kurang kehangatan, kurang perhatian, kurang kasih sayang *Ups
maka itu kita akan tau sifat dia apakah dia pelit atau gk, dan masih banyak sifat2 teman kita yang akan kita ketahui ketika kita naik gunung.
nah itu cerita dari gw buat temen2 yang tanya kenapa gw suka naik gunung. yang pasti alasan utamanya adalah supaya menjauh dari kebisingan kota hehe bukan bukan. buat cari jodoh... em.. bisa jadi tapi bukan itu juga. supaya kita tau Alam semesta ini gk cuman sebatas Rumah & Kantor. Masih ada banyak ciptaan Tuhan yang patut kita syukuri dan kita rawat 👍
*Tetap jaga alam dan makhluk hidup lainya