Rabu, 14 Agustus 2019

Yang katanya EKSPLOITASI

Beberapa waktu ini rame dibicarakan tentang DJARUM FONDATION yang di sebut sebut melakukan kegiatan EKSPLOITASI ANAK TERSELUBUNG. Sebelum membahasnya coba kita lihat beberapa atlet berprestasi jebolan PB DJARUM yang mengharumkan nama Indonesia.
1. Kevin Sanjaya Sukamuljo
2. Tantowi Ahmad
3. Mohammad Hasan
4. Hariyanto Arbi
5. Liliana Natsir
dsb.
Nah dari beberapa contoh diatas perlu kita akui penyumbang beasiswa terbanyak dan pencetak atlet terbanyak sekarang adalah PB DJARUM, tapi kenapa KPAI menganggap kegiatan itu sebagai eksploitasi anak? apa tidak salah?
Kenapa saat ada anak kecil bahkan masih TK pawai mengenakan kostum bercadar dan seperti memegang senjata tidak di anggap eksploitasi anak? Anak kecil ikut demo di monas cuma dapat nasi bungkus itu juga tidak di anggap eksploitasi anak?
MIKIR!!!!
Apa karena gabut, sampai mencari cari kesalahan orang lain, atau sepi gk ada pemasukan sehingga mulai lapar dan mencari keributan???
Atau...
Ada pihak yang merasa kalah dengan PB DJARUM?
Alangkah lebih baiknya sportif sama sama mencetak atlet profesional dan menyumbangkan beasiswa untuk anak anak penerus bangsa Indonesia ini.
Emangnya hal apa yang dilakukan PB DJARUM sehingga bisa dikatakan mengeksploitasi anak? apa karena perusaan rokok? emang atlit didikan PB DJARUM apabila menang diberi hadiah rokok? jelas jelas atlet yang ketahuan merokok akan di cabut dari PB DJARUM.
Apa juga karena kaos yang digunakan ada tulisan DJARUM sehingga dikatakan promosi rokok? jelas jelas disitu bertuliskan DJARUM Badminton Club, dimana promosi rokoknya?
Atau soal umur penerima beasiswa PB DJARUM yang sekarang terlalu kecil mulai dibawah 5 tahun? Coba tengok negara2 maju diluaran sana, banyak yang mulai pembibitan atlet dari usia anak anak kecil. apakah malah lebih baik daripada anak anak kecanduan sinetron yang berjilid jilid dan seharian mainan pubg.
Sekian.